apa ya?

Posted in Tempatku Bercerita on April 5, 2009 by AFANDY

apa yang diinginkan orang ketika mendapatkan apa yang mereka inginkan????mencar lagi dan lagi……..

“belum puas”itu kata-kata yang pantas…seolah-olah meneguk segelas air es, namun haus tak hilang-hilang juga……

saya teringat dengan nenek-nenek penjual gorengan yang selalu berkeliling menjual dagangannya di kampus saya, ada rasa bersyukur dalam matanya ketika dia mendapatkan uang dari hasil menjual gorenganny…padahal uang yang di daapt hanya bisa dimakan untuk satu hari……………..

lalu…bagaimana dengan mereka yang memiliki uang lebih, bekecukupan, dan selalu tak pernah puas dengan apa yang dimilikinya??????

apakah mereka tidak pernah merasa bahw masih banyak yang bersusah payah mencari uang untuk mendapatkan sesuap nasi????????????????

memang dengan menulis ini tidak akan menyelesaikan masalah….tapi saya berharap dengan tulisan ini, kita akan lebih sadar dan meningat mungkin di dekat rumah/kantor/atau bahkan disekitar kita ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran dan bantuan tangan kita untuk berdiri dan bangkit agar bisa melanjutkan hidup/……….

hidup ini akan terasa lebih nikmat ketika orang-orang disekitar kita merasakan kebahagiaan yang kita miliki meski hanya sedikit…………………………

(fandy)

KU INGIN

Posted in Tempatku Bercerita on February 16, 2009 by AFANDY

kadang saya tersenyum sendiri melihat komentar-yang datang hampir setiap minggunya di blog saya ini.. ada beban tersendiri….juga bangga….tapi bukan tagha.kadang dalam hati saya sangat ingin menjawab dan membantu teman-teman yang memberi dan bertanya mengenai postingan-postingan dalam blog saya ini…tapi….blog ini mungkin lebih pintar dari saya sendiri…meski saya dari konsentrasi kakao,tetapi hanya sedikit ilmu yang saya peroleh…………………tapi saya yakin, 4tahun ke depan, kalau saya masih mengingat blog ini, kalau saya tidak tersibukkan oleh pekerjaan, saya akan menjawab semua permasalahan yang masuk ke blog ini semampu saya………dan blog ini akan jadi pusat dari permasalahan kakao………saya yakin itu, karena blog ini saya buat bukan demi kesombongan dunia, tetapi demi keikhlasan dan keinginan dalam hati untuk mendapatkan Ridha Allah SWT…..

terima kasih atas semua pertanyaan dan partisipasi teman-teman dan bapak-bapak.semoga suatu saat nanti kita akan bertemu secara langsung dan memberikan yang terbaik bagi dunia perkebunan Indonesia….wass………………

wah!!!!wah!!!wah!!!!

Posted in Tempatku Bercerita on December 26, 2008 by AFANDY

assalamualaikum………………………

balik lagi nih…….,kali ini saya mw nulis, sekaligus menanggapi comment yang kemarin masuk di blog ini……

kemarin itu, saya dapat 1 comment lagi, dari seseorang yang kayaknya sangat-sangat tidak senang dengan saya……gara-gara saya memasukkan data-data mengenai kakao dari beberapa sumber, dy menanggapi post-post saya dengan kata-kata yang kasar, and menggunakan bahasa sulawesi yang sangat kasar. bahkan, sempat menyinggung ras tertentu.

hu…hu…hu… saya sangat sedih, sekaligus kesal……selain itu, saya juga kasihan melihat orang yang memberi saya komentar kepada saya..KENAPA????karna

dia sepertinya dia pasti orang yang memiliki sangat sedikit pengalaman…..dia tidak melihat sumber tulisan saya di bawah post-post yang saya masukkan…….selain itu, orangnya pengecut…knapa???karna tidak berani menemui saya…….bukannya saya mau berburuk sangka……..tapi, sepertinya dia kenal dengan saya………….

mungkin cuma ini yang bisa saya tulis…semoga orang yang menghina saya seperti itu mendapatkan Rahasia Ilahi……and sadar gitu…………………

KACAU!!!!?????

Posted in Tempatku Bercerita on September 11, 2008 by AFANDY

gak taw mo nulis apa..oh iya kali ini blog gw akan berubah dikit…….tapi mungkin kalau laptop gw dah balik lagi(hu…hu…hu… jadi ingat laptop lagi…cepatlah sembuh alias bagus kembali laptopku),ngomong-ngomong sola laptop, beberapa minggu yang lalu laptopku mati TOTALLLL…….katanya sih power supplynya jebol……untung aja masih garansi dan ALHAMDULILLAH skarang gi diperbaiki…..mmmmm and skarang gw nulis ini di warnet…..(buat laptop sabar ya!!!)

skarang gw lagi pusing…why?????soalya maslah gw muncul lagi…..and cuman ini caranya meluapkan kekesalanku…..NULIS…….(bagi yang baca tulisanku ini, jangan terlalu srius, ntar jadi kayak einstein…)
. eniwei, gw masi kepikiran ama cita-cita gw yang taon lalu gak kesampaian, and itu sulit banget gw lupain….tapi…..mungkin gw hanya bisa menunggu jawaban dari waktu….oh iya, gw juga masi kesal ama kejadian taon lalu…waktu gw ikut test penerimaan sekolah kedinasan, gw kan testnya di provinsi, trus waktu test kesehatannya gw gak lulus,padahal gw sehat-sehat aja…gak ngerokok,drugs, minum miras, and gak punya penyakit dalam ataupun luar.bahkan ada satu anak yang gw tau dia itu pernah make drugs, suka minum miras, and waktu test kesehatan, dokter itu bilang ke anak yang ikut test itu kalau paru-parunya itu udah tercemar berat ama asap rokok
.TAPI…….gak taunya yang lulus itu dia….GW GAK TAU APA DOKTER ITU PAKE ILMU DOKTERNYA, APA DIA MASIH INGAT SUMPAHNYA SEBAGAI DOKTER……KNAPA GW GAK DAPTKAN KEADILAN????????knapa orang tidak pernah menggunakan hati nuraninya???apakah materi itu diatas segalanya????itu sama aja menuhankan materi…atau karna mereka lebih punya jabatan jadi bisa seenaknya????????

dan ALHAMDULILLAH skarang gw sekolah di tempat yang lebih nyaman, dan gak perlu teriak-teriak meminta keadilan,…suatu hari nanti gw janji, kalau udah jadi orang besar, gw akan memberikan keadilan………..keadilan bagi yang adil…………….bukan seperti mereka yang pura-pura jujur dalam kemunafikan…..

PEKTIN KAKAO

Posted in Pengolahan Kakao on May 24, 2008 by AFANDY

1. PENDAHULUAN
Kulit kakao merupakan limbah pengolahan biji kakao. Kulit ini biasanya dibuang sebagai sampah. Sebenarnya limbah ini masih dapat diolah untuk menghasilkan pektin yang masih harus diimpor sampai saat ini.Pektin merupakan polimer dari asam D-galakturonat yang dihubungkan oleh ikatan -1,4 glikosidik. Sebagian gugus karboksil pada polimer pektin
mengalami asterifikasi dengan metil (metilasi) menjadi gugus metoksil. Senyawa ini disebut sebagai asam pektinat atau pektin. Asam pektinat ini bersama gula dan asam pada suhu tinggi akan membentuk gel seperti yang terjadi pada pembuatan selai. Derajat metilasi atau jumlah gugus karboksil yang teresterifikasi dengan metil menentukan suhu pembentukan gel. Semakin tinggi derajat metilasi semakin tinggi suhu pembentukan gel. Untuk pembuatan selai diperlukan pektin dengan derajat metilasi 74, artinya 74% dari gugus karboksi mengalami metilasi. Dalam perdagangan, dikenal istilah  jelly grade, yaitu jumlah gula (lb) yang diperlukan untuk pembentukan gel oleh 1 lb pektin. Pektin dengan jelly grade 65 berarti untuk pembentukan gel diperlukan 65 lb gula untuk setiap lb pektin.
2. BAHAN
1) Kulit kakao
2) Larutan natrium bisulfit 1000 ppm. Untuk mendapatkan 10 liter larutan
natrium bisulfit dilakukan dengan melarutkan 10 g natrium bisulfit di dalam 10 liter air.
3) Larutan HCI 1%
4) Etanol 95%
3. PERALATAN
1) Pengering. Alat ini digunakan untuk pektin basah. Berbagai tife alat pengering dapat digunakan untuk keperluan tersebut.
2) Penggiling. Alat ini digunakan untuk pektin kering. Alat penggiling yang dapat digunakan adalah hammer mill. Untuk usaha rumahtangga dapat digunakan blender.
3) Panci tahan karat. Alat ini digunakan untuk merendam bubur kulit kakao pada suhu hangat dan pH rendah.
4) Kain saring. Alat ini digunakan untuk menyaring bubur kulit kakao yang mengandung ekstrak pektin.
5) Wadah pengentalan. Wadah ini digunakan untuk mengentalkan filtra pektin. Wadah berupa panci atau kotak bermulut lebar.
CARA PEMBUATAN
1) Persiapan
a. Kulit kakao dibersihkan dari tanah, dan kotoran-kotoran lainnya, kemudian dikupas lapisan terluar dari kulitnya.
b. Pembuangan lapisan terluar dari kulit akan sedikit mempertinggi rendemen, dan mutu pektin yang dihasilkan. Walaupun demikian, pengupasan dapat tidak dilakukan.
2) Ekstraksi Pektin
a. Penggilingan kulit. Kulit digiling secara basah atau diblender dengan penambahan larutan natrium bisulfit 1000 ppm. Setiap 1 kg kulit kakao ditambah dengan 2 liter larutan natrium bisulfit. Hasil yang diperoleh disebut dengan bubur kulit kakao. Sebelum diolah lebih lanjut, bubur ini didiamkan selama 30 menit.
b. Ekstraksi
- Bubur kulit kakao diencerkan dengan air sebanyak 3 kali berat kulit semula. Campuran diaduk sehingga menjadi bubur encer.
- Bubur encer ditambah dengan larutan HCI 1% sehingga pH-nya menjadi 1,5. Hasilnya disebut bubur asam
- Bubur asam dipanaskan sampai suhu 70-800C sambil diaduk selama 60-90 menit.
- Bubur asam yang telah dipanaskan, disaring dengan kain saring rapat, atau kain saring rangkap delapan sambil diperas untuk memisahkan filtratnya. Filtrat ini disebut dengan filtrat pektin.
3) Pengentalan
Filtrat pektin dipanaskan pada suhu 95-97 sampai volemenya menjadi setengah volume semula. Hasil yang diperoleh disebut dengan filtrat pekat. Filtrat pekat ini didinginkan.
4) Pengendapan Pektin
a. Penyiapan larutan pengendap. Larutan Etanol 95% diasamkan dengan menambahkan 2 ml HCI pekat. Larutan ini disebut dengan alkohol asam.
b. Pengendapan
- Filtrat pekat ditambah dengan alkohol asam dan diasuk sampai rata. Setiap 1 liter filtrat pekat ditambah dengan 1,5 liter alkohol asam. Setelah itu, filtrat didiamkan selama 10-14 jam (semalam).
- Endapan pektin dipisahkan dari filtrat dengan kain dsaring rapat (rangkap empat). Hasil yang diperoleh disebut dengan pektin masam.
5) Pencucian Pektin Masam
Pektin masam ditambah dengan alkohol 95%, kemudian diaduk-aduk. Setiap 1 liter pektin masam ditambah dengan 1-2 liter alkohol 95%. Setelah itu dilakukan penyaringan dengan kain saring rangkap empat. Hal ini dilakukan beberapa kali sampai pektin tidak bereaksi asam lagi. Hasil yang diperoleh disebut pektin basah. Pektin yang tidak beraksi asam ialah pekti yang tidak berwarna merah bila ditambah dengan indikator fenol ptalein.
6) Pengeringan
Pektin basah dijemur sampai kering, atau dikeringkan dengan alat pengering pada suhu 40-60 C selama 6-10 jam sampai kadar air dibawah 9%.Hasil yang diperoleh disebut dengan pektin kering.
7) Penggilingan Pektin Kering
Pektin kering digiling sampai halus (60  mesh) dengan mesin penggiling (hammer mill), atau dengan blender. Hasil yang diperoleh disebut dengan tepung pektin.
8) Pengemasan
Tepung pektin dikemas di dalam kantong plastik, kotak plastik, atau kotak kalrng yang tertutup rapat, dan disimpan pada tempat yang tidak panas.

SAMBUNG PUCUK DAN OKULASI

Posted in Budidaya Tanaman Kakao on May 10, 2008 by AFANDY

Sambung pucuk

  • Dilakukan pada bibit umur 3 bulan.
  • Entres diambil dari klon-klon unggul,misalnya ICS 60, ICS 13, TSH 858, UIT 1 dan GC 7.
  • Entres berupa cabang-cabang plagiotrop yang sehat dan tidak sedang bertunas (flush), warna hijau kecoklatan, diameter ± 1 cm.
  • Batang bawah dipotong datar, disisakan 3 lembar daun.
  • Untuk satu sambungan diambil 3 mata tunas entres.
  • Pangkal entres disayat miring pada kedua sisi sehingga runcing seperti baji.
  • Entres disisipkan pada ujung batang bawah yang dibelah, pertautan diikat tali dan entres ditutup kantong plastik.
  • Diamati setelah 10 – 15 hari.
  • Pada sambungan jadi tunas dibiarkan tumbuh sepanjang ± 2 cm. kemudian tutup entres dibuka, tanpa melepas tali ikatan pertautan. Tali ikatan pertautan dibuka setelah tunas baru berumur 3 bulan.
  • Bibit siap ditanam ke lapangan setelah berumur 7 bulan.


Okulasi

  • Dilakukan pada bibit umur 3 bulan.
  • Entres diambil dari klon-klon unggul, misalnya ICS 60, TSH 858, UIT 1, ICS 13 dan GC 7.
  • Entres berupa cabang-cabang plagiotrop yang sehat , tidak sedang bertunas (flush), warna hijau kecoklatan, diameter ± 1 cm.
  • Letak tempelan (pertautan ) di bagian hipokotil.
  • “Jendela” okulasi dibuat dengan cara menoreh kulit vertikal sejajar sepanjang 3 cm, jarak antar torehan 0,8 cm. Di ujung bawah torehan dipotong horisontal sehingga terbentuk lidah kecil.
  • Pengikatan dari bawah ke atas dengan susunan seperti genteng.
  • Tali pengikat dibuka dan diamati umur 2 – 3 minggu.
  • Pada okulasi jadi, batang bawah dilengkungkan untuk memacu pertumbuhan tunas baru.
  • Pada okulasi yang gagal, diulang pada sisi yang berlawanan.
  • Batang bawah dipotong 5 cm di atas pertautan setelah tunas baru memiliki 6 lembar daun dewasa.
  • Pemupukan setiap 2 minggu dengan Urea 2 gram / bibit.
  • Bibit siap dipindah ke lapangan setelah berumur 8 – 9 bulan dengan ciri-ciri diameter batang 0,7 cm, tinggi ± 50 cm dan jumlah daun ± 12 lembar.

POTENSI KAKAO DI LUWU UTARA

Posted in Budidaya Tanaman Kakao on May 10, 2008 by AFANDY

Potensi perkebunan di Lutra dengan luas lahan 66.714,93 Ha, 55.550,70 Ha diantaranya luas lahan kakao dengan jumlah petani kakao 41.569 KK dan 337 Kelompok Tani dengan jumlah productifitas 28.515 ton per hektar per tahun cukup potensial menjadikan Luwu Utara untuk mengembangkan kakao sebagai lokomotif produk unggulan masyarakat Lutra tanpa mengabaikan komoditi unggulan pertanian lainnya seperti Durian, Rambutan, Manggis, Jeruk dan Kopi. Petani kakao di Luwu Utara sendiri hingga kini masih berjuang melawan serangan hama kakao seperti hama penggerek buah, hama VSD (vascular streak die back) dan penggerek batang. Juga ada penyakit yang menyebabkan mati ranting dan busuk buah dan tatkala pentingnya juga kendala banjir yang kerapkali merendam kebun kakao masyarakat yang hamper setiap tahun melanda masyarakat Lutra. Serangan hama dan banjir, setidaknya menyebabkan produksi kakao di Luwu Utara menurun drastis dalam tiga tahun terakhir. Sebagai gambaran, kalau tahun 2004 produksi kakao berkisar 42.000 ton, tahun 2005 turun menjadi 30.000 ton dan tahun 2006 tinggal 28.515 ton. Productifitas rata-rata saat ini sekitar 0,6 ton per hektar.Ribuan masyarakat Luwu Utara yang berkecimpung disektor kakao sebelum hama PBK dan banjir menyerang beberapa tahun terakhir, tanaman kakao menjadi primadona masyarakat Luwu Utara.

RECOVERY TANAMAN KAKAO
Niat menjadikan Luwu Utara penghasil kakao terbaik Nasional 2010 sebagai lokomotif pendongkrak ekonomi masyarakat melalui program kerja sama kemitraan dengan Askrindo guna mengangkat harkat dan martabat petani melalui program kerja sama dengan asuransi sebagai penyangga dana kelompok tani bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan tangan semata tapi dibutukan upaya dan kerja keras semua stekholder baik campur tangan pemerintah, pemerintah propinsi, Pemda itu sendiri, dukungan politik DPRD Luwu Utara dan masyarakat Luwu Utara itu sendiri. Menurut Luthfi, Luwu Utara cukup potensial untuk mengembangkan kakao sebagai lokomotif unggulan masyarakat dan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemda akan melakukan recovery secara total, mulai dari hulu hingga ke hilir, mendiagnosa masalah secara keseluruhan baik yang dihadapi petani maupun pemda itu sendiri. Upaya-upaya Pemda yang telah dilakukan selama ini seperti sambung samping, sambung pucuk/pucuk bibit yang berlabel akan diberikan bantuan kepada masyarakat. Perencanaan yang telah dan yang akan dilakukan Pemda ini tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang besar. Pendapatan Daerah tidak akan mampu untuk membiayai semua itu. Olehnya itu, Pemda membutuhkan dukungan dan campur tangan baik dari Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Pusat dan masyarakat untuk duduk bersama memecahkan dan mengatasi persoalan itu, baik dukungan dan campur tangan tenaga penyuluh lapangan, permodalan maupun tehnologi yang dibutuhkan petani; Berbagai upaya yang telah dilakukan melalui GERMAS TAKKWA (Gerakan Rehabilitasi Massal Menuju Tanaman Kakao Berkualitas) seperti yang diungkapkan Ketua Koordinator Germas Takkwa, Ir H Nasruddin, akrab disapa-Nas mengatakan recovery tanaman kakao yang dilakukan dari hulu hingga ke hilir secara konfrehensif.“Kita telah melakukan upaya lobi ke Pemerintah untuk penanggulangan bencana alam dan Pemerintah pusat kembali memberikan bantuan Rp 61,6 miliar untuk pembenahan aliran Sungai Rongkong, dimana akibat pasca banjir Sungai Rongkong dan beberapa sungai besar lainnya telah merusak sarana dan prasarana infrastruktur pemerintahan dan tanaman kakao masyarakat, upaya rehabilitasi tanaman kakao dari Dirjend Perkebunan berupa bantuan bibit kakao unggulan hasil rekayasa teknologi jenis embrio sematic/transgenic yang dikembangkan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslatkoka), di Jember dan bantuan lahan percontohan (demplot) 400 Ha untuk demplot kakao yang ditempatkan di Desa Desa Tarobok Kec Sabbang (100 Ha), Desa Pengkendekan Kec Sabbang (100 ha), Desa Poreang Kec Bone-Bone (100 Ha) dan Desa Ujung Mattajang Kec Mappedeceng (100 Ha) pada tahun 2007, upaya pelaksanaan sekolah lapang sambung samping dan pucuk, training of trainer (TOT) bagi 337 kelompok tani, upaya kerja sama perbankan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman, memorandum of understanding (MoU) Skim Penjaminan Kredit Daerah antara Pemda Lutra, Bank Sulsel dan Askrindo dan mendapatkan bantuan kredit 100 M sebagai peyangga dana para kelompok tani kakao dalam bentuk bantuan pupuk dan permodalan lainnya, serta upaya sertifikasi 10.000 parsil bantuan dari Kanwil BPN Propinsi Sulsel untuk lahan petani kakao yang belum disertifikasi, kata Nas.


KAKAO BERKUALITAS
Kakao yang berkualitas berarti kakao yang mempunyai biji yang besar, banyak buahnya, tahan akan hama penyakit serta difermentasi dan tidak timbang basah.“Kualitas kakao yang akan dihasilkan nanti, adalah kakao yang terbaik dengan biji besar, banyak buahnya, tahan penyakit, difermentasi dan tidak timbang basah (timbas)” ujar Luthfi. Luthfi menuturkan bahwa dalam berbagai pertemuannya dengan masyarakat selalu menekankan para pengusaha untuk melakukan pembinaan kepada petani terutama tidak membeli coklat dalam keadaan basah yang tidak difermentasi karena itu dapat merugikan petani. Kedepan, coklat yang beredar di Luwu Utara adalah coklat yang sudah difermentasi, kalau sudah difermentasi berarti kita sudah membantu petani meningkatkan kesejahteraannya dan kedepan akan ada Peraturan Daerah yang mengatur tentang Tata Niaga Coklat yang mengatur kualitas kakao dan tidak akan ada monopoli didalamnya nanti’ ujar Luthfi.
(Sumber:http://www.luwuutara.go.id/)

TIRAMISU(HistorY)

Posted in Industri Kakao on April 30, 2008 by AFANDY

Nyummmmy
Huummm,, yummieee,,diliat aja udah ngiler,…apalagi dimakan….
Pernah dengar sama yang namanya Tiramisu??
Pastinya sering,,
klo makan tiramisu??
Gw Yakin jg udah pada pernah,,
Itu lowh,, kue yang di buat dari kuning telur yang di campur dengan gula dan Essens Vanilla dan di Tim dan di aduk di atas panci yang airnya sudah mendidih,,lalu di campur dengan keju Mascarpone yang telah di aduk dengan Double Cream kental dan Zabaglione, lalu di tuangkan di atas Lady Fingers yang telah di celupkan ke kopi yg di campur dengan Rum dan gula selama 2 detik dengan taburan coklat di atasnya?? (Deuhh,,jd laper,,)
Tapi pernah kepikiran ga dari mana asal Tiramisu itu sendiri? Atau karena terbuai dengan rasanya jd males mikir apa2,,(biasanya siyh,,)
Well,,
“Di perbudak” oleh salah satu sifat gw yang mengesalkan, yaitu rasa penasaran tentang bagaimana segala sesuatunya bermula, akhirnya gw pun penasaran tentang si kue yang super duper wuueenak ini,, Dan setelah beberapa jam mencari dengan beberapa botol air mineral terhabisi, akhirnya ketemu,, Asal Muasal Tiramisu,, hahahahaha,,,

Ceritanya begini,,
Bermula pada abad ke-17,
Tepatnya di Itali,,
Dulu, Awalnya siyh, Tiramisu dibuat untuk menghormati kedatangan seorang bangsawan Italia yaitu Grand Duke Cosimo de’ Medici III (1642-1723), pada sebuah pertemuan yang di adakan di Siena, provinsi Tuscany Italia bagian barat. Nah, si Duke ini niyh sebenarnya tipe seorang yang tukang makan, tapi tukang masak juga (jadi balance). Karena kesukaanya akan masak-memasak dan kue Tiramisu yang dia makan di pertemuan tersebut, akhirnya dia pun membawa resep kue tersebut pulang kerumahnya di Florence. Saking sukanya (caaaakk,,SAKING,,bahasa mana tuh!), sama makanan tersebut, dia pun menamakan makanan tersebut dengan sebutan Zuppa del Duca atau dalam bahasa Indonesianya “sup nya si Duke”.
Nah, karena si Grand Duke Cosimo de’ Medici III adalah seorang bangsawan, jadi Doi Hang Out nya barengan sama sebangsanya jg dunk. Klo lg ngumpul-ngumpul gitu (klo zaman kita-kita “dugem”), si Duke sering ngasih kue bikinannya ke temen-temenya, yang kebanyakan bangsawan dan seniman yang berasal dari Inggris. Lama kelamaan, kue yang sudah familiar ma bangsawan Inggris niyh, akhirnya kebawa ke Inggris bersamaan dengan bangsawan-bangsawan yang pulang ke tanah airnya (istilahnya pulkam gitu dhe,,).
Di inggris pun kue Tiramisu ini sangat terkenal karena banyak di gemari oleh orang-orang sana, karena sudah sangat melekat di lidah orang-orang inggris sana, sampai-sampai orang-orang inggris menamakan kue tersebut dengan sebutan Zuppa Inglese atau dalam bhs Indonesianya “sup nya orang-orang Inggris” (aneh yah,,padahal kan bentuknya kue, bukan sup,,ya sudah siyh!).
Nah, itulah awal mula di temukannya kue Tiramisu, dan terus berkembang sampai sekarang.
Tapi dulu namanya belum Tiramisu lowh,,
Dan pada akhirnya menurut Fernando e Tina Rasis dalam bukunya yang berjudul “La Marca Gastronomica”, nama Tiramisu itu sendiri pertama kali di gunakan dari sebuah restoran di Treviso, Venesia sebelah barat laut Pantai Adriatic Itali, yaitu sebuah restauran yang bernama “Le Beccherie” (dulu gw kirain tiramisu itu sejenis makanan dari jepang lowh! Sejenis Sushi gitu,,).
“Tiramisu” itu sendiri berarti “pilihlah aku” (kaya judul lagunya syapaa gitu,,). Dan konon katanya, kata Tiramisu itu berasal dari teriakan-teriakan para wanita penghibur yang sedang menjajakan dirinya di sebuah lokalisasi, yang kebetulan letaknya di lantai atas restaurant Le Becherie tersebut (apakah??).
so,, begitulah sejarah dari kue Tiramisu yang sampai sekarang masih enak rasanya,,
percaya nggak percaya, tergantung anda yang menyikapinya,,Ceritanya begini,,
Bermula pada abad ke-17,
Tepatnya di Itali,,
Dulu, Awalnya siyh, Tiramisu dibuat untuk menghormati kedatangan seorang bangsawan Italia yaitu Grand Duke Cosimo de’ Medici III (1642-1723), pada sebuah pertemuan yang di adakan di Siena, provinsi Tuscany Italia bagian barat. Nah, si Duke ini niyh sebenarnya tipe seorang yang tukang makan, tapi tukang masak juga (jadi balance). Karena kesukaanya akan masak-memasak dan kue Tiramisu yang dia makan di pertemuan tersebut, akhirnya dia pun membawa resep kue tersebut pulang kerumahnya di Florence. Saking sukanya (caaaakk,,SAKING,,bahasa mana tuh!), sama makanan tersebut, dia pun menamakan makanan tersebut dengan sebutan Zuppa del Duca atau dalam bahasa Indonesianya “sup nya si Duke”.
Nah, karena si Grand Duke Cosimo de’ Medici III adalah seorang bangsawan, jadi Doi Hang Out nya barengan sama sebangsanya jg dunk. Klo lg ngumpul-ngumpul gitu (klo zaman kita-kita “dugem”), si Duke sering ngasih kue bikinannya ke temen-temenya, yang kebanyakan bangsawan dan seniman yang berasal dari Inggris. Lama kelamaan, kue yang sudah familiar ma bangsawan Inggris niyh, akhirnya kebawa ke Inggris bersamaan dengan bangsawan-bangsawan yang pulang ke tanah airnya (istilahnya pulkam gitu dhe,,).
Di inggris pun kue Tiramisu ini sangat terkenal karena banyak di gemari oleh orang-orang sana, karena sudah sangat melekat di lidah orang-orang inggris sana, sampai-sampai orang-orang inggris menamakan kue tersebut dengan sebutan Zuppa Inglese atau dalam bhs Indonesianya “sup nya orang-orang Inggris” (aneh yah,,padahal kan bentuknya kue, bukan sup,,ya sudah siyh!).
Nah, itulah awal mula di temukannya kue Tiramisu, dan terus berkembang sampai sekarang.
Tapi dulu namanya belum Tiramisu lowh,,
Dan pada akhirnya menurut Fernando e Tina Rasis dalam bukunya yang berjudul “La Marca Gastronomica”, nama Tiramisu itu sendiri pertama kali di gunakan dari sebuah restoran di Treviso, Venesia sebelah barat laut Pantai Adriatic Itali, yaitu sebuah restauran yang bernama “Le Beccherie” (dulu gw kirain tiramisu itu sejenis makanan dari jepang lowh! Sejenis Sushi gitu,,).
“Tiramisu” itu sendiri berarti “pilihlah aku” (kaya judul lagunya syapaa gitu,,). Dan konon katanya, kata Tiramisu itu berasal dari teriakan-teriakan para wanita penghibur yang sedang menjajakan dirinya di sebuah lokalisasi, yang kebetulan letaknya di lantai atas restaurant Le Becherie tersebut (apakah??).
so,, begitulah sejarah dari kue Tiramisu yang sampai sekarang masih enak rasanya,,
percaya nggak percaya, tergantung anda yang menyikapinya

(SOP) Produk Olahan Kakao

Posted in Pengolahan Kakao on April 24, 2008 by AFANDY

Pengolahan hasil kakao memiliki prospek serta nilai juang yang tinggi, dengan memanfaatkan produk alternative yang mampu mengantisipasi aspek akan kehilangan / penurunan hasil produksi / panen buah / biji kakao. Secara skematis tahap diversifikasi produk olahan biji kakao menjadi produk, terbagi menjadi 3 bentuk :

1. Pulpa (Es Juice, Nata de cocoa),

2. Pasta, dan Lemak

3. Bubuk  coklat

4. Lemak

1. Pulpa  (Es Juice, Nata de cocoa),

Konversi pupla (lendir) menjadi nata dapat diadop oleh petani / skala industri kecil dengan proses yang relatif sederhana. Pembuatan nata menggunakan micoroba Acetobacter xylinum dengan kadar kandungan senyawa gula 12 – 15 % dan beberapa jenis asam-asam organik dan asam amino serta air.

1.1. Pemeraman Pulpa

Pemeraman adalah peruraian biji kakao segar pra-fermtasi secara alami. Pemeraman sebagai media pertumbuhan mikroba untuk menunjang kesempurnaan proses fermentasi.

1.2. Pengenceran dan Penyaringan Cairan Pulpa

Pengenceran dilakukan untuk menghidari intensitas warna coklat pada nata yang dihasilkan sebanyak 20 kali. 1 bagian pulpa dicampur dengan sembilan belas gelas bagian air diaduk dan kemudian disaring. Ditempatkan dalam bak fermentasi dengan kedalaman + 3 cm.

1.3. Pengemasan dan Penyimpanan

Nata dapat dikemas dalam plastik atau gelas yang telah disterilkan pada suhu panas 800C, dan ditutup dengan plastik berlabel. Proses pengemasan dilakukan untuk menghindari kontaminasi dengan penanganan atau udara, serta ruang berpendingin (refrigator).

2. Pasta

2.1. Penyiapan Bahan Baku (Fermentasi Baik)

Biji kakao kering yang yang difermentasi secara penuh memiliki mutu baik / nilai tinggi. Tekstur fisik, kimiawi, dan higenitas sangat diperhatikan secara inten, karena ini menentukan citarasa / aroma dan kesehatan konsumsi yang membutuhkan biji kakao memiliki syarat / aspek mutu biji kakao bahan baku.

2.2. Penyangraian

Proses ini dimaksudnkan untuk membentuk aroma dan cirarasa khas coklat dari biji kakao dengan perlakuaan panas yang mengandung asam amino dan gula reduksi. Kapasitas 10 – 40 kg per batch. Dengan suhu ruang sangrai 190 – 225 0C selama 10- 35 menit.

2.3. Pemisahan Kulit

Komponen yang akan di konsumsi adalah daging biji (nib) sedangkan kulitnya adalah dapat diolah untuk membuat kompos dan campuran pakan ternak. Prosentase kulit terikut nib sebesar 0.6 %, sedangkan sebaliknya nib yang terikuti kulit 1 % dengan ukuran butiran nib adalah 10 mesh.

2.4. Pemastaan

Untuk bahan baku makanan / minuman, nib yang semula berbentuk butiran padat kasar harus dihancurkan hingga ukuran tertentu (< 20 mu) menjadi pasta cairan kental.

2.5. Pengempaan

Lemak kakao dikeluarkan dari pasta dengan kempa. Rendemen pengempaan dipengaruhi kondisi pasta seperi kandungan lemak antar 40 – 45 0C, kadar air 4 % untuk ukuran partikel kurang dari 75 mm. Randemen lemak yang diperoleh dari pengempaan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

1. * suhu pasta

2. * kadar air pasta

3. * ukuran partikel pasta

4. * kadar protein pasta

5. * tekanan kempa

6. * waktu pengempaan

Pengempaan juga diperlukan untuk mengurangi / membuang udara yang berada dalam  packging yang terbuat dari kantong plastik aluminum foil.

3. Bubuk  coklat

3.1 Bungkil coklat yang merupakan residu pengempaan pasta dihaluskan dengan alat penghalus [breaker].

3.2 Proses penghalusan (bubuk) lanjutan dilakukan dengan menggunakan mesin pengayak / penghalus dengan tipe rool ata menggunakan dengan alat yang disebut pulveriser, untuk menhasilkan kandungan lemak 10 – 22 % pada suhu 34 0C. Aspek suhu selama penghalusan harus terkontrol secara cermat untuk memperoleh diperoleh bentuk bubuk yang stabil baik dari aspek warna maupun sifat-sifat alirnya [flow ability].

3.3 Bubuk coklat dicampur dengan gula dan bahan lain (vanila, dll) untuk memunculkan citarasa yang lebih bervariatif.

3.4 Campuran bahan baku di beri susu.

4. Lemak

Lemak kakao adalah lemak nabati alami yang mempunyai sifat unik karena sifatnya yang tetap cair pada kondisi lingkungan dengan suhu di bawah titik bekunya [super cooling]. Teknik tempering khusus dengan merubah struktur kristal lemak kakao hingga pada titik lelehnya, 34-35 oC.

Lemak kakao mempunyai warna putih-kekuningan dan mempunyai bau khas cokelat, penyusutan volume [kontraksi] pada saat didinginkan sehingga padatan lemak yang dihasilkan sangat kompak dan mempunyai penampilan fisik yang menarik. Lemak kakao memiliki susunan berbagai senyawa lemak jenuh, lemak tak jenuh dan gliserida mempunyai sifat rapuh [brittle] pada suhu 25 oC dan tidak larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol dingin. Lemak kakao larut sempurna dalam alkohol murni panas dan sangat mudah larut dalam khloroform, bensen dan petroleum eter.

(Sumber : www.agribisnis.net)

Rahasia ADZAN

Posted in Tempatku Bercerita on April 10, 2008 by AFANDY

Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU
yang dirahmati ALLAH SWT,

Mengapa lidah kelu disaat kematian?
Tetapi kematian itu pasti menjelma.
Hanya masa dan waktunya yang tidak
kita ketahui. Coba kita amati. Mengapa
kebanyakan orang yg nazak (hampir ajal
tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya
kelu, keras dan hanya mimik mukanya
yang menahan kesakitan’sakaratul maut’.
Diriwayatkan sebuah hadis yg
bermaksud: “Hendaklah kamu mendiamkan
diri ketika azan, jika tidak Alloh
akan kelukan lidahnya ketika maut
menghampirinya. “
Ini jelas menunjukkan, kita disarankan
agar mendiamkan diri, jangan berkata
apa-apa pun semasa azan berkumandang.
Sebagai orang beragama Islam kita
wajib menghormati azan. Banyak
fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita
diajar agar berdiri tegak dan diamkan
diri.Mengapa ketika azan kita tidak
boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa
yang berkata-kata ketika azan, Alloh
akan kelukan lidahnya ketika nazak.
Kita takut dengan kelunya lidah kita
semasa ajal hampir tiba maka kita tidak
dapat mengucap
kalimah “Lailahaillallah. .” yang mana
sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah
ini ketika nyawanya akan dicabut Alloh
dgn izinNya menjanjikan syurga untuk
mereka. Dari itu marilah kita sama-
sama menghormati azan dan mohon kepada
Allah supaya lidah ini tidak kelu
semasa nyawa kita sedang dicabut.
“Ya Allah! Anugerahkanlah kematian
kami dengan kematian yang baik lagi
mulia, lancarkan lidah kami mengucap
kalimah “Laa ilaha illallah..” semasa
sakaratul maut menghampiri kami.
Amin.. amin.. amin Yarobbal a’lamin..”

* WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada
SAIDINA ALI R.A.; **
Wahai Ali, bagi orang ** MUKMIN ** ada
3 tanda-tandanya:
1) Tidak terpaut hatinya pada harta
benda dunia.
2) Tidak terpesona dengan pujuk rayu.
3) Benci terhadap perbualan dan
perkataan sia-sia..

Wahai Ali, bagi orang ‘ ** ALIM ** itu
ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg ** JUJUR **
itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg ** TAKWA ** itu
ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut
jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi ** AHLI IBADAH ** itu
ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah
SWT
Kita mengirimkan ribuan ‘jokes’ dan ‘
surat berantai’ melalui e-mail
tetapi bila mengirimkan yang berkaitan
dengan ibadah seringkali berfikir 2
atau 3 kali.
** OLEH ITU JANGAN BIARKAN DIRI KITA
INI MENJADI SEBAHAGIAN DARI KELUCUAN
TERSEBUT, INSYA’ALLAH ** .
** Wassalamu’alaikum wr.wb **